Chanel Fotografi

Tampilkan postingan dengan label Kamera DSLR. Tampilkan semua postingan

1 comment
Kamera DSLR Nikon D3100 - Nikon D3100 adalah penerus dari Nikon D3000. Sebagai penerus pendahulunya, tentunya Nikon D3100 mengalami peningkatan yang diantaranya pada resolusinya. Dimana D3100 menghadirkan sensor CMOS berkekuatan 14.2 megapiksel, yang artinya meningkat 2 megapiksel dari Nikon D3000.
Dari segi tampilan visual, kamera Nikon D3100 berdimensi 12.44 x 9.65 x 7.3 cm ini menyuguhkan layar LCD 3 inci dengan resolusi 230.000 dots. Ia juga menawarkan fitur Active-D Lighting, auto focus 11 titik, Shutter Speed 1/4000 – 30 detik, dan video full HD. Harga yang ditawarkan pun sebanding spesifikasi yang dimiliki D3100. Harga kamera Nikon D3100 dibanderol sekita Rp. 5.345.000 (sudah termasuk lensa Kit 18-55mm).


1 comment
Kamera Nikon D5000 - Nikon D5000, Kamera ini sepertinya dihadirkan untuk anda yang ingin serius menekuni fotografi baik itu untuk para pemula maupun bagi yang sudah profesional. Pasalnya selain mudah digunakan dan didukung dengan menu yang terorganisir cukup baik, Nikon D5000 juga menawarkan berbagai fitur yang mumpuni.
Kamera Nikon D5000 mempunyai fitur yang lumayan, yang dibawa D5000 diantaranya adalah fitur shutter priority AE berkecepatan hingga 1/4000, sistem autofocus 11-points, dan ISO 200 – ISO 3200. Oya, untuk resolusi kameranya ia hanya mempunyai resolusi sebesar 12.3 Megapiksel dan ditopang dengan prosesor EXPEED. Harga Nikon D5000 dijual dengan bandrol Rp. 4,5 jutaan.

1 comment
Kamera DSLR Nikon D3000 - Nikon D3000 adalah kamera DSLR yang didukung dengan resolusi sebesar 10.2 Megapiksel. Kamera ini menghadirkan visual LCD ukuran 3 inci dengan resolusi 230,000 piksel untuk menampilkan hasil foto.
Kamera Nikon D3000, kamera dengan ukuran 126 x 97 x 64 mm ini telah ditanamkan berbagai fitur menarik didalamnya. Fitur autofocunya memiliki 6 mode pilihan yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan anda. Sementara untuk ISO nya, D3000 mempunyai tingkat kesensitivitas ISO 100 hingga ISO 3200. Lain dari itu, kamera ini bakal menyematkan baterai Lithium-Ion (Li-Ion) jenis EN-EL9a yang menjajikan ketahanan cukup lama untuk mengabadikan momen-momen penting. Harga Nikon D3000 dipatok dengan bandrol sekitar Rp. 3,7 – 4 jutaan.

1 comment

Kamera Nikon D70 - Nikon D70 saat termasuk kamera jadul. Saat itu Nikon merilis D70 untuk pertama kalinya pada tahun 2004 lalu. Walaupun sudah termasuk jadul, ternyata D70 masih cukup bandel khususnya bagi fotografer pemula yang ingin mengabadikan gambar dengan hasil yang lumayan bagus.

Kamera DSLR Nikon D70
Didalamnya telah ditanamkan resolusi sebesar 6.1 Megapiksel serta dukungan sensor CCD. Kamera Nikon D70 ini juga didukung dengan sederet fitur wajib yang dibutuhkan para fotografer profesional seperti fitur shutter speed 1/8000 – 30 detik, autofocus, ISO 200 – 1600, dan masih banyak lagi. Harga Kamera DSLR Nikon D70 tidak terlalu mahal. Cukup dengan harga kisaran harga 2 – 3 jutaan untuk harga bekasnya.

0 comment
Canon EOS 5D - Sejarah Canon EOS sangat panjang yang pertama kali lahir pada tahun 1987 dengan tipe paling awal adalah 650D yang merupakan cikal bakal Canon EOS dengan semua fitur Elektronik, alias Digital, dan fitur auto. 25 tahun setelah rilis canon EOS 650D munculah kamera Canon EOS 5D III kamera yang menjadi impian dan dambaan para fotografer kelas Atas, yang mana biasanya kalau masih pemula belum tahu persis apa sih keunggulan serta memanfaatkan fitur fiturnya, jika anda masih pemula tentu banyak fitur yang akan mubathir karena anda belum tentu mampu mengunakannya, tetapi jika minimal Menegah keatas anada pasti akan mengeksplor kamera tercanggih Canon saat ini. Ada beberapa fotografer yang mengidam-idamkan canon 5D Mark III ini bahkan katanya canon EOS 5D Mark II saja belum habis diexsplore apalagi EOS 5Dmark III katanya seumur hidup ngak bakalan habis untuk mengexsplor kecanggihan yang akan anda dapatkan pada kamera Canon EOS 5D Mark III ini. penasaran bukan apa saja keungulan kamera ini simak sedikit ulasan dan reviewnya dibawah ini
Spesifikasi Canon EOS 5D Mark III | Review dan Harga, Canon EOS 5D pertama kali yang dirilis adalah tahun 2005 yaitu EOS 5D yang dulu merupakan kamera paling murah dengan fitur full frame pertama kali. namun saat ini untuk kamera dslr dengan fitur full frame termurah dipegang oleh canon EOS 6D. Sebenarnya secara body Kamera EOS 5D Mark III ini sesuai dengan desai EOS 7D, dengan memberikan kualitas gambar yang luar biasa, berkat Canon CMOS Sensor 22.3  megapixel full-frame, high-performance DIGIC 5 + Imaging Processor, 61-point Sistem High Density Reticular Autofocus (AF) dan kecepatan shotting continuous hingga 6 frame-per-second (fps). Kehebatanya adalah dengan sistem 61-point AF dan 63-zona metering memberikan kecepatan yang lebih besar, fleksibilitas dan akurasi.

Pengembangan Terbaru Canon CMOS Sensor
Dengan 22,3 megapixel full-frame Canon CMOS image sensor terbaru, EOS 5D Mark III menjadi Canon Digital SLR yang memiliki resolusi tertinggi sampai saat ini. Ini sangat cocok untuk berbagai tugas termasuk fotografi pernikahan dan potret, alam dan satwa liar, perjalanan dan landscape serta fotografi komersial dan industri. Dengan desain gapless mikrolensa, struktur dioda baru dan on-chip dengan peningkatan pengurangan kebisingan, sensor baru mencapai sensitivitas yang lebih tinggi dan tingkat kebisingan yang lebih rendah baik untuk data gambar RAW serta dalam kamera JPEG dan Film EOS dibandingkan dengan 5D Mark II. Hasilnya adalah kualitas gambar yang luar biasa di segala kondisi pengambilan gambar, bahkan pada pencahayaan rendah. Sebuah readout dengan delapan-channel menggandakan kecepatan throughput data gambar dari sensor ke prosesor DIGIC 5 +, menghasilkan kualitas gambar video yang lebih baik serta enam fps untuk foto diam.

Kemampuan pada cahaya rendah dari EOS 5D Mark III ini terbukti dalam jangkauan ISO yang luar biasa dan kualitas gambar dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Adjustable dari ISO 100 hingga 25.600 dalam jangkauan standar, model baru juga menawarkan ISO rendah 50 pengaturan untuk fotografi studio dan landscape dan dua pengaturan ISO dari 51.200 dan 102.400, cocok untuk penegak hukum, pemerintah atau aplikasi lapangan forensik.
5D Mark III juga dilengkapi dengan Canon EOS Integrated Cleaning System, yang dapat membantu sensor untuk membersihkan secara sendiri dengan lapisan fluor untuk mengurangi partikel debu dan kotoran.
Canon DIGIC Eksklusif 5 + Imaging Processor
Fitur EOS 5D Mark III terbaru baru yaitu DIGIC 5 + Imaging Processor adalah 17 kali lebih cepat dari DIGIC 4. EOS 5D Mark III menggunakan kecepatan ekstra tidak hanya untuk kualitas gambar yang baik, tetapi juga untuk menambahkan sembilan fitur baru yang tidak ada pada 5D Mark II. Fitur-fitur baru termasuk enam fps continuous shooting, HDR dan mode Multiple Exposure, build-in camera RAW processing, fungsi pemutaran komparatif, mode Jenis Intelligent Auto, dua bentuk kompresi film, dan dukungan untuk kecepatan tinggi UDMA 7 Compact Flash Memory.

Rear View of the 5D Mark III
Fitur lain yang sangat berharga dari  DIGIC 5 + Imaging Processor adalah EOS 5D Mark III pilihan untuk resolusi kecil M-RAW (10,5 megapixel) dan mode rekaman S-RAW (5,5 megapiksel). Pengaturan ini sangat berguna untuk fotografer pernikahan pada foto candid yang tidak memerlukan resolusi penuh,. M-RAW dan S-RAW juga mempertahankan gambar penuh bukan cropping gambar atau beralih ke JPEG mode untuk mengurangi resolusi.

High-Performance 61-Point High Density Reticular AF
Untuk fotografer still, Canon telah memasukkan 61-Point High Density Reticular AF, awalnya diperkenalkan pada kamera top-of-the-line EOS-1D X profesional. Sebuah kemajuan yang signifikan pada sistem AF seri 5D, 61-Point High Density Reticular AF termasuk dalam EOS 5D Mark III adalah SLR AF system tercanggih yang belum pernah dirilis Canon sebelumnya. 61 poin tersebut secara manual dipilih dan sensitif terhadap kontras horizontal dengan aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/5.6.
21-point fokus di daerah pusat juga presisi standar cross-type dan efektif dengan aaperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/5.6. 5-point pada pusat adalah ultra-presisi tinggi diagonal cross-type point untuk aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/2.8. 20-point pada fokus luar berfungsi sebagai presisi tinggi cross-type point dengan aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/4.0. Inovasi lain dari 61-Point High Density Reticular AF termasuk memperluas cakupan area AF, presisi fokus superior dan sensitivitas cahaya rendah untuk EV -2, dankemampuan mendeteksi low-contrast yang lebih dari sebelumnya. (Lihat gambar di bawah ini untuk konfigurasi titik AF)

AF point Konfigurasi
Semua fungsi AF sekarang memiliki tab menu mereka sendiri untuk akses cepat dan mudah (sebelumnya AF fungsi kustom dalam model EOS sebelumnya). Alat Konfigurasi AF yang baru memungkinkan untuk pengaturan sensitivitas pelacakan yang disesuaikan, percepatan dan perlambatan pelacakan subjek, dan perpindahan titik AF secara otomatis, yang semuanya dengan mudah diakses dan diatur melalui tab menu AF baru. Sebuah Panduan Fitur built-in yang akan menyarankan fotografer pada pengaturan untuk menggunakan sesuai dengan subjek.
EOS 5D Mark III menggunakan performa tinggi yang sama AI Servo III AF tracking algoritma sebagai flagship EOS-1D X profesional DSLR. Fitur baru ini bekerja sama dengan 61-Point High Density Reticular AF untuk memberikan kinerja pelacakan yang luar biasa sehingga menjadikannya perpaduan yang sangat baik dengan kemampuan 6 frame-per-second high-speed continuous.
Serupa dengan pilihan pilihan titik AF yang ditawarkan pada model kamera EOS 7D dan EOS-1D X, EOS 5D Mark III menawarkan pilihan enam mode titik AF: Spot, Single Point, Single Point with surrounding four points, Single Point with surrounding eight points, Zone selection dan Automatic AF point selection
iFCL Metering
Pelengkap sistem 61-point AF pada kamera EOS 5D Mark III adalah Canon 63-zona iFCL dual layer metering system. ‘FCL’ kepanjangan dari Focus, Color and Luminance (Warna, Fokus dan Luminance), faktanya bahwa sistem referensi metering tidak hanya mengukur data warna dan pencahayaan, tetapi juga menganalisis data yang diberikan oleh setiap titik dari sistem AF. Metering iFCL Canon menjaga tingkat paparan stabil dari tembakan satu ke tembakan selanjutnya, bahkan sebagai perubah sumber cahaya. Informasi autofocus pada kamera ini juga digunakan untuk membantu menentukan daerah mana dari adegan penting terbesar dalam menentukan eksposur.

HDR mode
Fitur kamera EOS 5D Mark III lainnya adalah mode HDR built-in, penggabungan tiga gambar dengan  berbagai tingkat eksposur ke dalam satu gambar, dalam kamera, untuk foto-foto menakjubkan dari landscape dan arsitektur dengan gradasi tonal yang ditingkatkan di luar jangkauan mata telanjang. Tingkat pemaparan dalam mode kamera HDR dapat diatur untuk mencakup jarak hingga N3 stop, dalam pilihan lima pengaturan: Natural, Art Standard, Art Vivid, Art Bold and Art Embossed memberikan efek visual yang unik. Sumber gambar individu dapat disimpan sebagai file terpisah, dan model HDR memiliki fungsi keselarasan opsional otomatis yang dapat berguna untuk  menjaga pemotretan. Fungsi standard Auto Exposure Bracketing pada EOS 5D Mark III pun telah ditingkatkan untuk memungkinkan hingga tujuh eksposur per urutan, dan kompensasi eksposur sekarang dapat ditetapkan sampai + / – 5EV.

Multiple Exposure mode
EOS 5D Mark III adalah EOS Digital SLR kedua setelah EOS-1D X untuk menampilkan kemampuan Multiple Exposure dengan kemampuan untuk menggabungkan hingga sembilan foto secara terpisah menjadi gambar komposit tunggal, dtanpa perlu pos-pengolahan di komputer. Empat metode composite yang berbeda yang disediakan untuk kontrol kreatif maksimum, termasuk Additive, Average, Bright and Dark. Hasil compositing dapat dilihat secara real time pada kamera monitor LCD, dan ada perintah Undo yang memungkinkan fotografer untuk mengulang gambar dan mencoba lagi jika diinginkan. Modus Multiple Exposure pada kamera EOS 5D Mark III bahkan memungkinkan fotografer untuk menentukan gambar RAW yang diambil sebelumnya sebagai titik awal untuk eksposur pada komposit, atau memotret secara terus menerus saat memotret objek bergerak.

Comparative Playback
Sebuah fitur baru yang hanya ada pada Sistem EOS 5D Mark pada III adalah Comparative Playback (Perbandingan  Playback) memungkinkan fotografer untuk menampilkan dua sisi gambar dengan sisi pada 3,2 inci layar LCD kamera. Gambar dapat ditampilkan dengan histogram untuk memeriksa tingkat eksposur, atau diperbesar untuk memeriksa fokus atau ekspresi wajah.

Durabilitas, Keandalan dan Fitur Lainnya
EOS 5D Mark III dilengkapi dengan bodi kamera yang tangguh dengan penutup tubuh magnesium alloy dan stainless steel lensa mount. Kamera baru ini juga memiliki desain yang tahan akan debu dan kelembaban dengan baik dan gasket segel. Meskipun tidak begitu tahan cuaca seperti kamera EOS-1D-series, EOS 5D Mark III melakukan perbaikan untuk fitur cuaca lebih baik dibandingkan model 5D EOS Mark II. Shutter unit baru dikembangkan EOS 5D Mark III memiliki rating daya tahan 150.000 eksposur, dan waktu shutter release lag telah berkurang hingga 59 milidetik, membuat tombol rana sangat responsif. Penguncian tombol mode Canon tetap  standar pada model baru sekalipun dan memiliki fungsi untuk mematikan kamera scera cepat untuk mencegah pengoperasian yang tidak disengaja.
EOS 5D Mark III menggunakan baterai LP-E6 lithium-ion sama seperti kamera EOS lainnya seperti 5D Mark II, 7D dan 60D. Baterai ini diperkirakan sebesar 950 eksposur pada suhu normal, lbih besar 100 eksposur dari EOS 5D Mark II. Body EOS 5D Mark III memiliki berat sekitar 33,5 ons. dengan baterai terpasang, dan dimensi sekitar 6,0 x 4,6 x 3,0 inci.
EOS 5D Mark III menggabungkan mode pemotretan Diam, tersedia untuk kecepatan rendah pengambilan gambar terus menerus serta eksposur tunggal. Fitur ini sangat ideal saat memotret di lingkungan yang tenang. Untuk manajemen file lebih baik terutama ketika bekerja dengan beberapa kamera, model baru juga mendukung nama file kustom. Ada juga fitur image Peringkat baru yang memungkinkan fotografer memberikan peringkat pada foto mereka dari 1 sampai 5 bintang untuk membantu pengeditan secara cepat.
EOS 5D Mark III dilengkapi dengan layar LCD View II Clear 3,2 inci dengan resolusi 1.040.000 dot. Ini adalah layar yang sama yang digunakan oleh top-of-the-line EOS-1D X. optical viewfinder kamera telah ditingkatkan menjadi sekitar 100 persen cakupan, dan dilengkapi dengan layar Viewfinder Cerdas (Intelligent Viewfinder) dengan grid opsional. EOS 5D Mark III juga memiliki built-in Dual Axis Electronic Level yang dapat ditampilkan pada kedua layar LCD dan viewfinder optik.
Tempat penyimpanan pada EOS 5D Mark III dapat memakai Tipe Compact Flash 1 dan SD / SDHC / SDXC memory card dengan konfigurasi slot kartu ganda. Tiga metode rekaman yang didukung: Record the same data to both cards, record different file sizes or types to each card, atau automatically switch to the second card when the first card is ful.

Aksesoris
EOS 5D Mark III DSLR juga memiliki sejumlah aksesori opsional baru, termasuk Canon Wireless File Transmitter WFT-E7A terbaru yang menampilkan dukungan LAN nirkabel untuk 802.11 a / protokol sinyal b / g / n untuk berbagai lingkungan jaringan. WFT-E7A terhubung ke kamera melalui port USB dan termasuk built-in koneksi gigabit Ethernet, waktu sinkronisasi untuk beberapa kamera pada jaringan yang sama, FTP mode, modus EOS Utility, modus WFT Server dan modus Media Server. Dengan model baru WFT, profesional dapat menyinkronkan jam pada beberapa kamera dan menggunakan unit linked untuk mendukung pengambilan gambar ketika menggunakan beberapa kamera. Selain itu, Bluetooth yang kompatibel dengan peralatan dapat dengan mudah dihubungkan ke perangkat juga.
EOS 5D Mark III juga memiliki Canon opsional GPS Receiver GP-E2, yang dapat dihubungkan ke kamera melalui shoe aksesori atau kabel USB. Dengan fungsi logging GPS built-in, GP-E2 akan me-log lintang, bujur, ketinggian, dan Kode Universal Time – dan bisa dilihat dari gerakan kamera pada PC setelah pemotretan. Dengan built-in kompas, penerima GP-E2 juga akan mencatat arah kamera saat pengambilan gambar, bahkan pada saat pengambilan gambar secara vertikal. Canon GPS Receiver GP-E2 kompatibel dengan EOS-1D X dan EOS 7Di serta EOS 5D Mark III.
Baterai Grip BG-E11 adalah aksesori opsional untuk EOS 5D Mark III yang menerima satu atau dua kemasan baterai lithium-ion LP-E6 atau satu set enam baterai AA. pegangan terbaru Ini memiliki multicontroller dan multifungsi (M.Fn) tombol bersama-sama dengan set lengkap kontrol pegangan untuk operasi mudah saat pengambilan gambar potret atau foto format vertikal. BG-E11 terbuat dari magnesium alloy yang kokoh dan memiliki derajat yang sama tahan cuaca sebagai EOS 5D Mark III.

Sumber  http://hargakamerabaru.blogspot.com





1 comment


Review kamera Canon EOS 50D - Pada Oktober 2008 Canon merilis sebuah kamera DSLR profesional Canon EOS 50D. Dipersenjatai dengan resolusi sebesar 15.1 megapiksel. Canon EOS 50D didukung prosesor DIGIC 4 untuk memompa kinerjanya. Prosesor ini mampu berkerja dengan baik dan cepat saat proses pengolahan gambar. Hasil yang didapat dengan kamera DSLR ini pun terlihat memuaskan dengan tingkat akurasi warna yang tinggi tanpa harus mengorbankan detail.
Di sisi kecepatan rana, ia hadir dengan shutter speed berkecepatan maksimal 1/8000 detik dan minimum 30 detik. EOS 50D juga bakal mampu menangkap gambar secara kontinyu dengan kecepatan 6.3 frame per-seconds. Adanya fitur shutter speed dan continuous shooting tentu akan sangat membantu untuk bekerja sebagai fotografer terutama dibidang olah raga seperti sepak bola maupun balap motor.
Seperti yang sudah disebutkan diatas Canon EOS 50D memiliki resolusi maksimal hingga 15.1 megapiksel yang akan didukung sensor CMOS 22.3 × 14.9 mm. Sistem autofocus pada kamera ini cukup bandel yakni memiliki 9 titik AF (cross type). Sementera untuk fitur ISO nya, EOS 50D akan mengandalkan ISO 100 hingga ISO 3200 dan masih dapat ditingkatkan hingga ISO 6400.

Berbicara soal konektivitas, Canon EOS 50D terbilang cukup handal. Dimana kamera yang memiliki layar LCD berukuran 3 inci bakal menyediakan interface USB 2.0 yang tentunya memiliki kecepatan tinggi dalam hal proses transfer data. Asyiknya lagi, kamera DSLR ini juga akan mendukung berbagai sistem operasi seperti Windows 2000 (SP4), XP (SP2/SP3), dan Vista inc SP1. Lain dari itu, untuk menyimpan hasil bidikan dapat memaksimalkan memori eksternal yang kompatibel dengan SD Card.
Canon EOS 500D ini adalah kamera low entry level pertama kali yang mengunakan fitur video HD yang disematkan untuk mengembangkan generasi awalnya canon EOS 450D yang belum ada fitur  Video HDnya.  Tentu saja kehadiran EOS 500D baru ini membawa angin segar dalam dunia fotografi digital, karena telah memulai babak baru DSLR entry level dengan fitur movie. Saya bisa memahami kendala yang dihadapi oleh Canon sehingga tidak banyak peningkatan yang dilakukan (selain dari resolusi yang naik dari 12 MP ke 15 MP) dari 450D ke 500D, karena memang sulit untuk memperbaiki sesuatu yang sudah baik.
Keunggulan utama adalah mampu merekam video HD 1920 x 1080 (20 fps) / 1280 x 720 (30 fps) dengan teknik kompresi H.264 codec. Sepintas dari tampilan memang tidak nampak ada yang berbeda antara 500D dengan pendahulunya 450D dengan bodi berbahan plastik berwarna hitam (namun memakai rangka baja stainless), bahkan dari spesifikasi mendasar pun hampir tidak banyak perubahan berarti. Masih mengusung 9 titik AF, kamera bersensor CMOS ini punya resolusi 15 MP atau persis sama seperti EOS 50D, sang pemain kelas menengah/semi-pro yang berbalut bahan magnesium alloy.

Berikut beberapa fitur utama dari EOS 500D :
·         sensor CMOS 15 MP APS-C (sama seperti EOS 50D)
·         ISO 100 – 3200 (bisa diangkat sampai ISO 12.800)
·         3.4 fps continuous shooting
·         LCD 3 inci beresolusi 920.000 piksel (sama seperti EOS 5D mark II dan EOS 50D)
·         shutter speed : 30 detik sampai 1/4000 (masih sama seperti EOS 450D)
·         9 titik AF (masih sama seperti EOS 450D)
·         sistem anti debu pada sensor
·         dijual bersama lensa kit EF-S 18-55mm IS


Features    :
·         New 15.1 Megapixel CMOS sensor with DIGIC 4 Image Processor for faster processing of fine detail and natural color reproduction, 14-bit A/D conversion for smooth color tones and gradations.
·         Full HD video capture at 1920 x 1080 resolution with HDMI output for HD viewing of stills and video.
·         Live View Function for stills (Quick, Live and Face Detection AF modes) and video.
·         3.0-inch Clear View LCD (920,000 dots/VGA) monitor with anti-reflective and scratch-resistant coatings for improved viewing and smudge protection.
·         Auto Lighting Optimizer for superior highlight-shadow control.
·         Wide range ISO setting 100-3200 (ISO expansion: 6400, 12800).
·         Creative Auto goes a step beyond auto allowing control over frequently-changed settings.
·         Compatible with over 60 Canon EF/EF-S lenses and most EOS System accessories.
·         View Sample Videos 

 Model Type    APS-C Digital SLR
Max. Image Resolution    15.1 Megapixel
Sensor  
    15.1 million effective pixels
    22.3 x 14.9 mm CMOS sensor
    3:2 aspect ratio

Image Processor    Canon DIGIC 4
Dust Reduction System    Yes
    Auto, Manual, Dust Delete Data appending

Still Image Size  
    4752 x 3168
    3456 x 2304
    2352 x 1568

Still Image Formats  
    JPEG, RAW (14-bit Canon original)
    RAW + JPEG simultaneous recording possible

Movie Size and Recording    Recording size: 1920 x 1080:20fps (Full HD), 1280 x 720:30fps and 640 x 480:30fps (SD)
Movie Formats    MOV
Lens Mount    Canon EF / EF-S lens mount
    include EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS

Auto Focus  
    9-point CMOS sensor
    TTL secondary image-registration, phase detection
    AF working range: EV -0.5 - 18 (at 23°C/73°F, ISO 100)

Auto Focus Modes  
    AI Focus
    One Shot
    AI Servo

Metering System  
    TTL 35-zone SPC
    Metering range: EV 1-20 (at 23°C/73°F with EF50mm f/1.4 lens, ISO 100)

AE Lock and AE Bracketing  
    Auto : Applied in One-Shot AF mode with evaluative metering when focus is achieved
    Manual : By AE lock button

Exposure Compensation    +/-3 stops in 1/3-stop or 1/2-half increments, Manual and AEB correction
ISO Sensitivity  
    Auto
    100 - 3200
    ISO expansion 6400, 12800
    Highlight tone priority

Shutter   
    Electronically-controlled, focal-plane shutter
    1/4000 sec. to 30 sec
    X-Sync: 1/200 sec
    Bulb

White Balance    Auto (AWB), daylight, shade, cloudy, tungsten, light, white fluorescent light, flash, custom (custom WB)
Viewfinder  
    Eye-level pentamirror
    95% frame coverage
    Magnification: 0.87 x (-1m-1 with 50mm lens at infinity)
    Eyepoint: 19 mm
    Dioptric adjustment: -3.0 - +1.0 m-1dpt
    Focusing screen : Fixed

LCD Monitor  
    3.0" 3:2 TFT LCD
    920,000 pixels
    Coverage : Approx. 100%

Internal Flash  
    Auto pop-up E-TTL II auto flash
    Guide number 13/43 (at ISO 100 meters/feet)
    Flash coverage : 17mm focal length (equivalent to 27mm in 135 format)

External Flash  
    E-TTL II auto flash with EX-series Speedlites
    Hot-shoe

Live View  
    Still photo shooting and movie shooting
    Quick mode (Phase-difference detection) Live mode, Live face detection mode (Contrast detection)
    Evaluating metering with the image sensor (still photos) / Center-weighted average metering (movies)
    Magnify optional (5x or 10x at any point on the screen)

Playback  
    Single image
    Single image with info (histogram brightness / RGB )
    Magnified view (1.5 - 10x)
    4 and 9 image index
    Auto play
    Image rotation
    Jump (by 10, 100 or date)

Storage    SD / SDHC card
Connectivity  
    USB 2.0 (Hi-Speed)
    Video out (PAL / NTSC) (integrated with USB terminal)
    HDMI mini output Type C (Auto switching of resolution)
    Wireless Remote Control : With Remote Controller RC-1/RC-5
    Remote Control Terminal : Compatible with remote control via RS-60E3

Power Source  
    Battery Pack LP-E5
    With viewfinder shooting: At 23°C/73°F, approx. 500 shots. At 0°C/32°F, approx. 490 shots.
    With Live View shooting: At 23°C/73°F, approx. 190 shots. At 0°C/32°F, approx. 180 shots.

Dimensions (W x H x D)    128.8 x 97.5 x 61.9 mm
Weight    480 g (body only)

0 comment
Review Canon EOS 60D - Canon EOS 60D adalah kamera DSLR prosumer baru. Pengganti 50D, EOS 60D menawarkan sejumlah keunggulan baru, diantaranya 18 megapixel CMOS sensor, layar LCD 3 inci dengan resolusi diatas 1 juta pixel yang dapat diputar, Full HD video capture dengan kontrol manual, kemampuan 5,3 frame per detik, 9 -point cross-type AF sistem, DIGIC 4 prosesor gambar, Canon 63-zona metering iFCL, dukungan untuk SD / SDHC / kartu SDXC dan berbagai ISO 100-12800. Ditempatkan di atas EOS 550D / Rebel T2i dan di bawah EOS 7D.

Spesifikasi
  • 18 MP APS-C CMOS sensor (sama seperti EOS 7D)
  • Full HD movies with manual control
  • Vari-angle LCD (pertama dalam sejarah DSLR Canon)
  • ISO 100-6400, bisa diangkat hingga ISO12800
  • DIGIC 4
  • 5.3fps shooting for up to 58 JPEGs
  • Shutter maksimum 1/8000 detik
  • Flash sync 1/250 detik
  • 9-point cross type AF System (sama seperti EOS 50D)
  • Pentaprism dengan viewfinder coverage 96%
  • Integrated Speedlite transmitter
  • iFCL metering with 63-zone Dual-layer Sensor
  • In-camera RAW processing

Canon EOS 60D sedikit lebih ringan dari pendahulunya (50D) yaitu 755g (termasuk baterai dan kartu memori) berkat adopsi chassis logam ditutupi dengan plastik luar, seperti yang digunakan oleh EOS 550D Rebel T2i /. Tapi Canon menclaim model baru ini tahan berbagai cuaca dan cocok untuk pengambilan gambar sehari-hari.
EOS 60D masih menggunakan DIGIC 4 prosesor yang sama dengan pendahulunya, yang menghasilkan pengolahan gambar lebih cepat, start-up dan review hasil, dan lebih baik dalam pengolahan noise pada ISO tinggi dari 50D. Karena meningkat menjadi 18 megapixel, maka 60D mendapatkan kecepatan 5.3fps pada 58 gambar JPEG berukuran penuh atau 16 gambar RAW (lebih sedikit 1 fps dari 50D ).
Pengguna dapat menyesuaikan setting ISO dari 100-12800 (Anda perlu mengaktifkan modus ISO 12800 melalui opsi fungsi kustom 'ekspansi ISO'), yang lebih dari cukup untuk kondisi pencahayaan apapun. EOS 60D menawarkan berbagai tiga mode Auto fokus (One Shot, AI Focus dan AI Servo), dan ada enam preset, auto, kelvin dan pilihan custom white balance. Jendela bidik menampilkan semua informasi yang mencakup eksposur, kecepatan ISO, dan 60D menggunakan 9 cross-tipe autofocus seperti 50D. Sistem metering 60D diwarisi dari 7D, dengan lapisan dual sensor 63-zona metering fokus, informasi warna dan cahaya untuk menghasilkan eksposur. Ada empat mode metering termasuk modus Spot 4% metering, berguna dalam kondisi pencahayaan yang rumit sebagai alternatif sistem metering yang sangat baik dan konsisten.

-->
0 comment
Review Canon EOS 650D - Kamera Canon EOS 650D adalah DSLR tingkat pemula Canon yang diluncurkan tahun lalu, dan meningkat fitur-fiturnya cukup banyak dibandingkan kamera sebelumnya yaitu Canon 600D. Fitur-fiturnya malah lebih dari kakak kelasnya Canon 60D. Dan sempat memusingkan banyak calon pembeli/upgraders. Canon sudah meluncurkan pengganti untuk kamera ini, yaitu 700D, tapi perbedaannya terlalu sedikit dan tidak penting.



Body Kamera
Jumlah tombol dan kenop pengendali tetap sama. Bedanya ada yang sedikit lebih kecil, ada yang lebih besar. Tombol ISO misalnya, ukurannya lebih besar daripada kamera Canon 550D dan letaknya lebih enak dijangkau dengan jari. Untuk antar muka tombol-tombolnya bisa dibilang oke dan pegangan juga pas, tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar.
Ukuran 650D tidak terlalu besar, tapi tidak bisa dibilang kecil. Sedikit lebih berat (50g) dari 550D dan sekitar 0.5-1 cm. Dimensi yang lebih bongsor ini akibat dari penambahan layar LCD lipat. Dibagian atas kamera, ada microphone stereo yang lumayan buat merekam suasana lingkungan. Casing 650D masih sama dengan kamera tingkat dasar pendahulunya yaitu dari bahan plastik keras. Lebih baik daripada bahan di kamera Canon 1100D tapi finishingnya tidak sebaik Canon 700D atau 60D.
Kualitas Gambar Yang Dihasilkan
Canon EOS 650D
memiliki sensor APS-C 18 MP yang sudah teruji dan sudah dipakai diberbagai kamera Canon dari 550D, 700D, 60D dan 7D. Cukup disayangkan bahwa Canon belum juga meng-upgrade kualitas sensor kamera yang sudah berumur kurang lebih 3 1/2 tahun. Di sisi lain, sensor gambar ini tidak jelek terutama saat memakai lensa berkualitas tinggi dan ISO dibawah 400. Tapi kadang-kadang, meski memakai ISO rendah, daerah bayangan yang gelap sering muncul noise. Pesaing utama Canon, Nikon sudah memperbaharui kualitas sensornya selama dua kali selama 4 tahun terakhir yaitu dari sensor 12 MP (D5000, D90, ke 16 MP (D5100, D7000) dan kemudian 24 MP (D3200, D5200 dan D7100).
Meski di sisi kualitas gambar agak mandek, tapi kalau bicara fitur teknologi baru, Canon sedikit diatas angin. Canon 650D ini adalah kamera DSLR pertama yang memiliki fitur layar sentuh, sehingga kita bisa berinteraksi dengan layar seperti saat kita memainkan ponsel pintar. Layar sentuh memudahkan untuk mengganti setting kamera, memilih subjek untuk difokuskan dan juga untuk membuat foto. Teknologi lain yang dikembangkan Canon yaitu hybrid CMOS sensor, yang membuat autofokus saat live view menjadi lebih cepat.  Lalu ada juga perkembangan teknologi lensa dengan diluncurkannya STM (Stepper motor) yang membuat autofokus lebih mulus dan senyap.

Lensa 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM yang dipaketkan adalah lensa yang dirancang untuk multifungsi karena jarak fokusnya cukup lebar, dari 18 sampai 135mm. Oke banget buat jalan-jalan. Ukurannya tidak terlalu panjang. Beratnya hampir seberat kamera, yaitu sekitar 460 gram Cocok disandingkan dengan Canon 650D.
Kualitas foto yang dihasilkan sangat baik dan tajam saat pencahayannya tepat. Latar belakang juga bisa dibuat blur saat memakai di jarak fokus telefoto (70-135mm). Namun karena bukaan lensa yang tidak besar (sekitar f/5-5.6 di jarak fokus tele), maka blur latar belakangnya tidak se-ekstrim lensa bukaan besar seperti 50mm f/1.8 atau 70-200mm f/2.8. Blur latar belakang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang di artikel ini.
Canon 650D dan 100mm f/2.8 Macro IS L. Rentang dinamis (kemampuan menangkap detail di daerah yang terang dan gelap) kamera ini terbatas. Jadi harus hati-hati dalam mengatur posisi subjek dan memantau pencahayaannya. Di foto ini, cahaya matahari di belakang sangat kuat sehingga detail bagian kiri wajah tidak terselamatkan. ISO 200, 1/320 detik, f/2.8
Modul autofokus di kamera ini sama dengan yang dimiliki kamera kelas menengah seperti Canon 40D, 50D dan 60D. Modul ini terdiri dari sembilan titik fokus yang menyebar seperti bentuk berlian/diamond dan kesembilan titik ini berjenis silang, yang lebih sensitif dan cepat. Dalam praktiknya, memang kinerja kecepatannya sangat baik. Pergerakan autofokus memang cukup mulus dan tidak bersuara, tapi masalahnya adalah sebelum mengunci autofokus, akan terjadi pergerakan hunting bolak balik terlebih dahulu. Di kondisi cahaya gelap misalnya di dalam kamar, dan saat pencahayaan/warna berkontras rendah, seringkali autofokus cuma maju mundur tapi tidak mengunci fokus.
Untuk bisa manual fokus, kita harus menggeser tuas AF/MF dulu di lensa 18-135mm karena tidak ada “manual override”. Di lensa yang kelasnya lebih tinggi, kita dapat langsung memutar barrel fokus secara manual untuk mencari fokus jika autofokus gagal.
Canon EOS 650D adalah kamera dengan fitur yang cukup lengkap dan baik untuk kalangan pemula dan semi-profesional. Sayangnya fitur yang cukup canggih ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas gambar yang sudah sejak tahun 2010. Lensa Canon EF-S 18-135mm IS STM merupakan pasangan yang cocok untuk kamera ini. Kombinasi 650D dan 18-135mm STM cukup baik untuk memotret macam-macam jenis fotografi seperti landscape, portrait, candid, olahraga, liputan acara, dll. Meskipun tentunya tidak sesempurna lensa yang lebih khusus.
Kelebihan Canon 650D
  • Autofokus saat mengunakan jendela bidik optik cepat dan bekerja dengan baik, Implementasi layar sentuh sangat baik
  • Ada layar LCD lipat yang memudahkan untuk merekam foto & video
  • Lampu kilat dapat digunakan untuk memberi instruksi ke flash Canon yang dilepas dari kamera (wireless flash)dan Tata letak tombol baik dan mudah dijangkau
  • Jumlah tombol cukup lengkap untuk ukuran kamera tingkat dasar
Kekurangan Canon 650D
  • Autofokus saat live view sering hunting (mencari-cari fokus). Kualitas foto cukup baik, tapi sedikit ketinggalan dari kamera pesaing
  • Tidak ada lampu pembantu autofokus khusus. Kamera akan memancarkan kilatan flash berulang-ulang yang dapat mengganggu subjek)
  • Sistem Auto ISO yang tidak begitu optimal dalam memilih ISO yang paling cocok dengan kondisi pencahayaan

-->
Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Label